Tim Ma’had Ajarkan Literasi Digital dan Panduan Ibadah Praktis Pada Kegiatan Pengabdian di Kab. Muna
Tim PkM Ma’had Al-Jami’ah yang berkolaborasi dengan Rumah Moderasi Beragama IAIN Kendari bertolak ke Kab. Muna dalam rangka rangkaian agenda pengabdian kepada masyarakat. Agenda-agenda tersebut menargetkan siswa-siswi Sekolah Menengah Atas dan komunitas majelis taklim. Dalam misinya, tim PkM Ma’had tidak hanya fokus pada kegiatan sosialisasi kelembagaan dengan memperkenalkan IAIN Kendari dan posisinya di tengah perdaban Islam kawasan Sulawesi Tenggara tetapi juga menargetkan penyuluhan moderasi beragama dan kemampuan teknis literasi digital yang merupakan dua isu yang sangat penting masa kini. Pada kesempatan ini, Mudir Ma’had, Dr. H. Danial, menyertakan 30 orang yang akan dibagi ke dalam kelompok kecil agar kegiatan pengabdian dapat berjalan efektif dan efisien serta memenuhi tujuannya.


Selain fokus sosialisasi kelembagaan IAIN Kendari dan penyuluhan Moderasi Beragama, Ma’had juga membawa misi untuk mengajarkan literasi digital kepada siswa-siswi Sekolah Menengah Atas di tengah serbuan konten-konten media sosial. Ma’had menilai bahwa modeasi dalam beragama dan berperilaku oleh siswa-siswi SMA dapat dimulai dari kemampuan berpikir kritis yang diterapkan pada proses literasi digital. Di agenda pengabdian kali ini, Ma’had berkunjung ke berbagai sekolah di Kab. Muna. Di antaranya SMAN 2 Raha, SMKN 1 Raha, SMKN 2 Raha, SMKN 3 Raha, SMAN 1 Kontunaga, SMAN 1 Loghia, SMAN 1 Watopute, dan MAN 1 Raha. Setelah diterima secara formal oleh Kepala Sekolah, tim PkM diarahkan langsung untuk menemui siswa-siswi di kelas dan di aula sekolah.




Untuk moderasi beragama, tim PkM Ma’had mengajarkan bagaimana cara mengenali website dan rujukan moderat dan tidak moderat yang bisa diakses melalui mesin pencari di smartphone siswa. Selain itu, tim mengajarkan bagaimana mengolah dan membandingkan berbagai informasi yang diperoleh dari berbagai rujukan untuk kemudian diolah lalu ditarik simpulan mana yang dapat diikuti dan mana yang perlu mendapat bimbingan dari Guru atau Orang Tua dan pemuka agama. Mudir Ma’had, Dr. H. Danial, menyebutkan bahwa paparan terhadap ajaran-ajaran yang menyimpang dari Al-Qur’an dan Sunnah dan mengajarkan untuk menyerang kehormatan seseorang bahkan sampai ancaman pertumpahan darah dapat sangat mempengaruhi kepribadian peserta didik di tingkat sekolah menengah. Apalagi jika akses terhadap informasi tersebut tidak didampingi oleh orang bijak seperti Guru dan Orang Tua.


Selain itu, tim Ma’had juga memperkenalkan pemanfaatan praktis dari layanan-layanan berbasis artificial intelligence (AI) dalam menunjang prestasi akademik siswa. Terutama dalam hal literasi, tim Ma’had mengajarkan bagaimana memilih dan menggunakan perangkat smartphone dengan akses internet dan layanan AI dapat membantu mereka membaca buku, artikel jurnal ilmiah, dan sumber informasi lain yang bisa mereka gunakan untuk mendalami suatu skill atau menyusun makalah. Salah satu layanan yang diperkenalkan adalah Claude AI dan Chat PDF yang bisa membantu membaca teks dari bahasa asing, termasuk menulis rangkuman. Selain itu, diperkenalkan pula aplikasi berbasis android semacam Busuu dan Memrise serta website https://www.loecsen.com/en untuk belajar bahasa asing, terutama bahasa Arab dan bahasa Inggris secara mandiri.

Tak hanya itu, tim PkM Ma’had juga membakar semangat siswa-siswi untuk melanjutkan studi ke jenang perguruan tinggi, terutama ke IAIN Kendari. Di tengah isu kenaikan UKT, IAIN Kendari dapat menjadi pilihan utama bagi para siswa-siswi untuk berkuliah. Dengan keunggulan UKT rendah, IAIN Kendari punya beragam program studi yang tidak hanya berkutat pada studi Islam. Terlebih, fasilitas belajar lengkap dan ruang kuliah nyaman ditambah dengan nilai plus adanya asrama Mahasiswa bernama Ma’had Al-Jami’ah IAIN Kendari yang bisa menjadi pilihan mereka untuk tinggal dengan biaya murah dengan fasilitas mewah. “Melalui pelatihan literasi digital ini, kami tunjukkan sekilas bagaimana proses belajar menyenangkan yang diterapkan di IAIN Kendari sehingga para siswa-siswi tersebut terbakar semangatnya untuk melanjutkan studi ke PTKIN, terkhusus IAIN Kendari,” tegas Mudir Ma’had, Dr. H. Danial.