Tarqiyah Syakhsiyah Ma’had Masuki Sesi Kedua, Mudir Harap Mahasantri Semakin Kompetitif Dalam Berkarya

Kendari, 5 Juni 2024 – Kegiatan Tarqiyah Syahsiyah seri kedua mulai dilaksanakan di aula mini Ma’had pada hari Rabu, 5 Juni 2024. Kegiatan ini dipandu oleh Narasumber Dzulkarnain T, M.Pd., seorang instruktur dari Ruang Guru, yang melatih dan mendampingi Mahasantri dalam hal penalaran dan pemecahan masalah. Sebanyak 30 Mahasantri berpartisipasi dalam kegiatan ini, yang menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah mereka. Mudir Ma’had, Dr. H. Danial, menyampaikan bahwa sesi kedua Tarqiyah Syahsiyah ini fokus pada aspek berpikir kritis, menulis ilmiah, dan publikasi. Ini merupakan kelanjutan dari sesi pertama yang fokus pada Moderasi Beragama.

Setelah sesi Moderasi Beragama selesai, Tarqiyah Syakhsiyah memasuki sesi kedua yang fokus pada penalaran kritis, menulis, dan publikasi. Saya berharap, materi yang telah diserap mahasantri di Moderasi Beragama bisa dituangkan ke dalam tulisan ilmiah setelah sesi kedua ini rampung.

Dr. H. Danial; Mudir Ma’had Al-Jami’ah IAIN Kendari

Sekretaris Ma’had, Azwar Abidin, di kesempatan terpisah mengungkapkan bahwa rangkaian sesi kedua Tarqiyah Syakhsiyah akan berlangsung hingga satu pekan ke depan. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan mini proyek untuk mengimplementasikan hasil belajar dan pendampingan. Tujuannya adalah agar Mahasantri bisa mempublikasikan karyanya.Proyek mandiri ini akan didampingi langsung oleh Pengasuh dan Narasumber profesional lainnya dari internal IAIN Kendari. Ini merupakan upaya untuk memastikan bahwa Mahasantri mendapatkan dukungan dan bimbingan yang diperlukan dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh selama sesi Tarqiyah Syahsiyah. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Ma’had dalam mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kreatifitas Mahasantri. Dengan demikian, mereka dapat berkontribusi secara efektif dan berarti dalam masyarakat dan dunia pendidikan.

Kegiatan penalaran di sesi sore hari di aula mini Ma’had

Dalam rangkaian kegiatan Tarqiyah Syahsiyah seri kedua yang berlangsung di aula mini Ma’had, Narasumber Dzulkarnain T, M.Pd., memaparkan pentingnya penalaran dan pemecahan masalah dalam era digital di mana kecerdasan buatan sudah memasuki tahap praktis bahkan profesional. Dalam paparannya, Dzulkarnain menjelaskan bahwa kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah merupakan kompetensi penting yang dibutuhkan untuk memanfaatkan dan bekerja sama dengan perangkat kecerdasan buatan agar pekerjaan semakin efektif dan berkualitas dengan penggunaan sumber daya lebih efisien. Menggunakan teknik penalaran dan strategi pemecahan masalah dapat membantu menghadapi tantangan kompleks di kehidupan sehari-hari maupun pekerjaan. Penalaran, menurut Dzulkarnain, adalah proses berpikir untuk menarik kesimpulan berdasarkan fakta dan informasi yang tersedia. Ini melibatkan kemampuan menganalisis, menginterpretasi, dan mengevaluasi data.

Sementara itu, pemecahan masalah adalah kemampuan mengidentifikasi, menganalisis, dan menyelesaikan masalah secara sistematis. Ini membutuhkan kreativitas, pengambilan keputusan, dan kemampuan perencanaan. Dzulkarnain juga menjelaskan tahapan proses penalaran dan pemecahan masalah, yang terdiri dari identifikasi masalah, analisis penyebab, pengembangan solusi, dan evaluasi serta pemilihan solusi terbaik untuk diimplementasikan. Selain itu, Dzulkarnain juga memberikan beberapa teknik dalam identifikasi masalah, seperti observasi langsung, analisis data dan informasi, wawancara pemangku kepentingan, dan brainstorming. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, kemampuan penalaran dan pemecahan masalah sangat berguna dalam menyelesaikan tugas dan ujian, memecahkan tantangan di tempat kerja, mengambil keputusan penting dalam hidup, dan memahami serta menyelesaikan konflik dengan orang lain.

Sesi malam yang membahas problem-solving yang juga bertempat di aula mini Ma’had

Dzulkarnain juga menekankan pentingnya pengembangan diri dalam penalaran dan pemecahan masalah. Menurutnya, kemampuan ini akan menjadi aset berharga dalam karir dan kehidupan, membantu membuat keputusan yang lebih baik dan menyelesaikan masalah sehari-hari, serta membentuk karakter yang kuat. Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 30 Mahasantri ini akan berlangsung hingga satu pekan ke depan. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan mini proyek untuk mengimplementasikan hasil belajar dan pendampingan. Proyek mandiri ini akan didampingi langsung oleh Dewan Pengasuh Ma’had dan Narasumber profesional lainnya dari internal IAIN Kendari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *