Didampingi Praktisi, Mahasantri Belajar Berwirausaha Melalui Kegiatan Santripreneurship
Wakil Rektor 3 IAIN Kendari, Dr. Sitti Fauziah, M.Pd., membuka Program Pelatihan bertajuk Santripreneurship pada Sabtu, 20 April 2024 bertempat di Aula Mini Perpustakaan IAIN Kendari. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya keterampilan hidup yang terintegrasi dengan kewirausahaan sebagai bekal hidup profesional yang sangat menjanjikan di masa yang akan datang. Program ini diharapkan dapat membekali para Mahasantri dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi wirausaha yang sukses.

Sekretaris Ma’had, Azwar Abidin, dalam sambutannya juga menekankan pentingnya program ini. Menurutnya, program ini merupakan langkah penting dalam mempersiapkan generasi muda yang berdaya saing dan mampu beradaptasi dengan tantangan zaman. “Kami berharap program ini dapat menjadi titik balik bagi para Mahasantri untuk memulai perjalanan mereka sebagai wirausaha yang kreatif,” ujar Azwar. Selepas kegiatan pembukaan, tim pakar kecantikan dari Wardah Beauty kota Kendari memberikan pelatihan Tata Rias dan Face and Body Care. Pelatihan ini bertujuan untuk mengajarkan kemampuan dasar make up serta peluang usaha berbasis ketata riasan. Para peserta diajarkan berbagai teknik make up dan perawatan kulit yang dapat mereka gunakan baik untuk keperluan pribadi maupun sebagai langkah awal dalam memulai usaha di bidang kecantikan.

Pelatihan ini berlangsung selama dua hari dan dihadiri oleh puluhan peserta. Selain belajar tentang teknik make up dan perawatan kulit, peserta juga diberikan pengetahuan tentang bagaimana memulai dan mengembangkan usaha di bidang kecantikan. “Kami berharap peserta dapat memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh dari pelatihan ini untuk memulai usaha mereka sendiri,” ujar salah satu instruktur dari Wardah Beauty. Selain dari pakar, Ma’had juga menghadirkan praktisi usaha kecantikan kota Kendari yakni Miss Pink yang usahanya di bidang tata rias dan tata busana sudah populer di Kota Kendari.

Pelatihan di program Santripreneurship dilanjutkan di akhir pekan berikutnya, pada tanggal 28 hingga 29 April 2024. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari dan dihadiri oleh puluhan peserta dari kalangan Mahasantri. Selain belajar tentang cara mendapatkan pembiayaan untuk usaha, peserta juga diajarkan tentang pentingnya manajemen keuangan yang baik dalam menjalankan usaha. “Kami berharap peserta dapat memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh dari pelatihan ini untuk mengembangkan usaha mereka,” ujar salah satu instruktur dari Bank Syari’ah Indonesia.


Program Pelatihan Santripreneurship ini diharapkan dapat membantu para santri untuk mempersiapkan diri menjadi wirausaha yang sukses. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh dari pelatihan ini, diharapkan mereka dapat memulai dan mengembangkan usaha mereka sendiri dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi di Indonesia.