Bahasa Arab Dasar : Huruf Hijayyah oleh Ustadzah Ainy Khairun Nisa, M.Pd.

Sabtu, 05 Juni 2021. Nina Ayunia Salbiyah.

Huruf Hijayyah bermakna mengeja atau ejaan, yaitu huruf dasar dalam ejaan dan pembentukan kata serta kalimat dalam bahasa arab. Huruf Hijaiyah merupakan huruf penyusun kata dalam Al Qur an. Seperti halnya di Indonesia yang memilki huruf alfabet dalam menyusun sebuah kata menjadi kalimat, huruf hijaiyah juga memiliki peran yang sama. Huruf itu lambang bunyi, huruf hijaiyah yaitu, abjad arab yang di mulai dari ا (alif) sampai dengan ي (ya).

Para sejarawan Arab, kata al-Zanjani, sependapat bahwa tulisan Arab dikenal di Mekah melalui seorang bernama Harb bin Umayyah bin Abu Al-Syams, dan Harb belajar kepada Bisyr bin Abdul Al-Malik, saudara Ukaidir tokoh Daumatu Al-Jandal. Ia belajar pada orang al-Anbar, kemudian itu ia pergi ke Mekah. Tulisan orang al-Anbar, diperbaiki (disempurnakan) oleh ulama Kufah, dan tulisan ini dipakai pada masa itu. Tulisan itu tiada berbaris dan tiada bertitik. Kemudian bentuk tulisan itu diperbaiki oleh Abu Ali Muhammad ibn Ali ibn Muqlah dan kemudian diperbaiki oleh Ali ibn Hilal Al-Bagdady yang terkenal dengan nama Ibnul Bauwab.

Sampai Islam datang, telah banyak penduduk mekah yang menguasai tulisan yang dibawa Harb ini, sekalipun tak sedikit pula yang masih buta huruf (ummiy), termasuk di antaranya Rasulullah Saw. Buta hurufnya Rasulullah Saw. justru (bagi beliau dan bagi Islam) merupakan sesuatu yang positif. Kalau saja orang yang mengemban wahyu ini mampu membaca dan menulis, tentu para pembangkangnya mempunyai alasan untuk mengatakan bahwa al-Quran itu adalah karangan Muhammad SAW.

Dalam ilmu tajwid memang terdapat perbedaan tempat keluarnya kuruf. Tempat keluarnya huruf hijaiyah itu ada 17 tempat, dan bila diringkas ada 5 tempat, yatu:

  1. Al-Jauf (الجوف), artinya rongga mulut dan rongga tenggorokan

Ialah tempat keluarnya huruf hijaiyah yang terletak pada rongga mulut dan rongga tenggorokan. Bunyi huruf yang keluar dari rongga mulut dan rongga tenggorokan ada tiga macam, yaitu ; alif ( ا ), wawu mati ( وْ ) dan ya’ mati ( يْ ) dengan penjelasan sebagai berikut :

  • Alif dan sebelumnya ada huruf yang difathah Contoh : مَالَا غَوَى
  • Wawu mati dan sebelumnya ada huruf yang didhommah Contoh :قُوْلُوْا
  • Ya’ mati dan sebelumnya ada huruf yang dikasrah Contoh :حَامِدِيْنَ

2. Al-Halqu (الحلق), artinya tenggorokan / kerongkongan

Ialah tempat keluar bunyi huruf hijaiyah yang terletak pada kerongkongan / tenggorokan. Dan berdasarkan perbedaan teknis pelafalannya, huruf-huruf halqiyah (huruf-huruf yang keluar dari tenggorokan) dibagi menjadi tiga bagian yaitu ;

  • Aqshal halqiy (pangkal tenggorokan), yaitu huruf hamzah ( ء )dan ha’ ( ه )
  • Wasthul halqiy (pertengahan tenggorokan), yaitu huruf ha’ ( ح ) dan ’ain ( ع )
  • Adnal halqiy (ujung tenggorokan), yaitu huruf ghoin ( غ ) dan kho’ ( خ )
  • Al-Lisan (اللسان), artinya lidah

3. Al-Lisan (اللسان), artinya lidah

Bunyi huruf hijaiyah dengan tempat keluarnya dari lidah ada 18 huruf, yaitu : Berdasarkan delapan belas huruf itu dapat dikelompokkan menjadi 10 makhraj, yaitu sebagai berikut :

  • Pangkal lidah dan langit-langit mulut bagian belakang, yaitu huruf Qof (ق). Maksudnya bunyi huruf qof ini keluar dari pangkal lidah dekat dengan kerongkongan yang dihimpitkan ke langit-langit mulut bagian belakang.
  • Pangkal lidah bagian tengah dan langit-langit mulut bagian tengah, yaitu huruf Kaf (ك). Maksudnya bunyi huruf kaf ini keluar dari pangkal lidah di depan makhraj huruf qof, yang dihimpitkan ke langit-langit bagian mulut bagian tengah. “Dua huruf tersebut ( ق ) dan ( ك ), lazimnya disebut huruf LAHAWIYAH ( لهويّة ), artinya huruf-huruf sebangsa anak mulut atau sebangsa telak lidah.”
  • Tengah-tengah lidah, yaitu huruf Jim ( ج ), Syin ( ش ) dan Ya’ ( ي ). Maksudnya bunyi huruf-huruf tersebut keluar dari tengah-tengah lidah tepat, serta menepati langit-langit mulut yang tepat di atasnya. “Tiga huruf ini lazimnya disebut huruf SYAJARIYAH ( شجريّة ), artinya huruf-huruf sebangsa tengah lidah.”
  • Pangkat tepi lidah, yaitu huruf Dlod ( ض ). Maksudnya bunyi huruf Dlod ( ض ) keluar dari tepi lidah (boleh tepi lidah kanan atau kiri) hingga sambung dengan makhrojnya huruf lam, serta menepati graham. “Huruf Dlod ( ض ) ini lazimnya disebut huruf JAMBIYAH (حنبيّة), artinya huruf sebangsa tepi lidah.”
  • Ujung tepi lidah, yaitu huruf Lam (ل). Maksudnya bunyi huruf Lam (ل) keluar dari tepi lidah (sebelah kiri/kanan) hingga penghabisan ujung lidah, serta menepati dengan langit-langit mulut atas.
  • Ujung lidah, yaitu huruf Nun (ن). Maksudnya bunyi huruf Nun (ن) keluar dari ujung lidah (setelah makhrojnya Lam (ل), lebih masuk sedikit ke dasar lidah dari pada Lam (ل)), serta menepati dengan langit-langit mulut atas.
  • Ujung lidah tepat, yaitu huruf Ro’ (ر). Maksudnya bunyi huruf Ro’ (ر) keluar dari ujung lidah tepat (setelah makhrojnya Nun dan lebih masuk ke dasar lidah dari pda Nun), serta menepati dengan langit-langit mulut atas. “Tiga huruf tersebut di atas (Lam, Nun dan Ro’), lazimnya disebut huruf DZALQIYAH (ذلقية), artinya huruf-huruf sebangsa ujung lidah.”
  • Kulit gusi atas, yaitu Dal (د), Ta’ (ت) dan Tho’ (ط). Maksudnya bunyi huruf-huruf tersebut keluar dari ujung lidah, serta menepat i dengan pangkal dua gigi seri yang atas. “Tiga huruf tersebut lazimnya disebut NATH’IYAH (نطغية), artinya huruf-huruf sebangsa kulit gusi atas.”
  • Runcing lidah, yaitu huruf Shod (ص), Sin (س) dan Za’ (ز). Maksudnya bunyi huruf-huruf tersebut keluar dari ujung lidah, serta menepati ujung dua gigi seri yang bawah. “Tiga huruf tersebut lazimnya disebut huruf ASALIYAH (أسلية), artinya huruf-huruf sebangsa runcing lidah.”
  • Gusi, yaitu huruf Dho’ (ظ), Tsa’ (ث) dan Dzal (ذ). Maksudnya huruf-huruf tersebut keluar dari ujung lidah, serta menepati dengan ujung dua gigi seri yang atas. “Tiga huruf ini lazimnya disebut huruf LITSAWIYAH (لثوية), artinya huruf sebangsa gusi.”

4. Al-Syafatain, artinya dua bibir

Ialah tempat keluarnya huruf hijaiyah yang terletak pada kedua bibir.Yang termasuk huruf-huruf syafatain ialah wawu (و), fa’ (ف), mim (م) dan ba’ (ب) dengan perincian sebagai berikut :

  • Fa’ (ف) keluar dari dalamnya bibir yang bawah, serta menepati dengan ujung dua gigi seri yang atas.
  • Wawu, Ba, Mim (و , ب , م) keluar dari antara dua bibir (antara bibir atas dan bawah). Hanya saja untuk Wawu bibir membuka, sedangkan untuk Ba dan Mim bibir membungkam.

“Empat huruf tersebut di atas lazimnya disebut huruf SYAFAWIYAH, artinya huruf-huruf sebangsa bibir.”

5. Al-Khaisyum, artinya pangkal hidung

Ialah tempat keluarnya huruf hijaiyah yang terletak pada janur hidung. Dan jika kita menutup hidung ketika membunyikan huruf tersebut, maka tidak dapat terdengar. Adapun huruf-hurufnya yaitu huruf-huruf ghunnah mim dan nun dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Nun bertasydid (نّ)
  2. Mim bertasydid (مّ)
  3. Nun sukun yang dibaca idghom bigunnah, iqlab dan ikhfa’ haqiqiy
  4. Mim sukun yang bertemu dengan mim (م) atau ba (ب)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *