Disambut Bupati, Ma’had Sosialisasikan IAIN Kendari dan Moderasi Beragama di Kabupaten Muna

Bertolak dari Kota Kendari menuju pelabuhan Bungkutoko di Kab. Konawe Selatan, rombongan tim pengabdian kepada masyarakat (PkM) Ma’had Al-Jami’ah menuju lokasi sasaran yaitu Kab. Muna pada Minggu, 19 Mei 2024. Rombongan yang dipimpin langsung oleh Mudir Ma’had, Dr. H. Danial, ini juga turut menyertakan penyuluh moderasi beragama dari Rumah Moderasi Beragama IAIN Kendari yakni Dr. Abdul Gaffar dan Dr. H. Ahmad Baharuddin. Pada program pengabdian kepada masyarakat tersebut, Ma’had memborong tim yang terdiri dari 30 orang yang akan melakukan sosialisasi, pelatihan teknis, dan penyuluhan moderasi beragama di tiga kecamatan di Kab. Muna yakni Kec. Batalaiworu, Kec. Katobu, dan Kec. Kontunaga.

Perwakilan Tim PkM Ma’had diterima oleh Plt. Bupati Muna, H. Bachrun Labuta

Setibanya di Kab. Muna, tim PkM disambut tokoh masyarakat di Kec. Kontunaga sebelum akhirnya diterima secara formal di Kantor Bupati Kab. Muna. Pengurus Ma’had dan penyuluh moderasi beragama melakukan diskusi panjang serta memetakan potensi pembinaan masyarakat bersama Plt. Bupati Muna, H. Bachrun Labuta, sekaligus membahas menyinggung potensi bantuan biaya pendidikan tinggi atau Beasiswa kepada Mahasiswa(i) Kab. Muna yang sedang menempuh pendidikan di IAIN Kendari. “Ini memang menjadi concern saya sejak lama, Kab. Muna ini termasuk Kabupaten yang berkembang secara pesat. Tentu sumber daya manusianya juga harus berkembang, salah satunya melalui jalur pendidikan tinggi sehingga Pemerintah Daerah berkewajiban pada masyarakatnya melalui skema beasiswa itu,” jelas Plt. Bupati yang juga akan ikut bertarung di Pilkada berikutnya.

Setelah mendapat restu dari Plt. Bupati Muna, tim Ma’had langsung melakukan penyuluhan keagamaan kepada masyarakat melalui ceramah dan tanya jawab masalah-masalah keagamaan di Majelis Taklim Kec. Kontunaga selepas salat magrib dan isya. kegiatan penyuluhan ini dilanjutkan setelah salat subuh hari berikutnya. Pada kesempatan tersebut, Rumah Moderasi IAIN Kendari menyampaikan berbagai prinsip dan kaidah moderasi dan pentingnya menjaga kesatuan dan persaudaraan bangsa. “Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk, masyarakatnya menjalankan kepercayaan agamanya masing-masing yang dilindungi oleh konstitusi, dan oleh karena itu, kita mesti saleh dan taat memegang akidah dan ajaran agama Islam tetapi pada saat yang sama kita jaga kerukunan antar umat beragama dan bertoleransi kepada saudara sebangsa kita,” jelas Ustadz Dr. Abdul Gaffar saat menjawab pertanyaan peserta majelis tentang bagaimana seharusnya bersosialisasi dengan penganut agama lain.

Penyuluhan moderasi beragama ini berlangsung di berbagai tempat, termasuk di antaranya Madrasah Aliyah dan Sekolah Menengah Atas di tiga Kecamatan yang telah disebutkan sebelumnya. Tercatat delapan sekolah yang mendapat kunjungan tim PkM Ma’had yang terbagi ke kelompok kecil. Sekolah-sekolah tersebut termasuk SMAN 2 Raha, SMAN 1 Kontunaga, SMAN 1 Katobu, SMAN 1 Batalaiworu, SMKN 1 dan 2 Raha, MAN 1 Raha, SMAN 1 Watopute, dan SMAN 1 Loghia. Pada momen tersebut, tim PkM Ma’had menyasar siswa-siswi Sekolah Menengah Atas yang merupakan kelompok paling rentan terpapar informasi dan kajian yang tidak moderat. Terlebih, kelompok pelajar ini dianggap belum mampu secara efektif menerapkan berpikir kritis untuk menyaring informasi yang mereka terima. Oleh karena itu, tim PkM Ma’had dan Rumah Moderasi IAIN Kendari juga mengajarkan pelatihan teknis bagaimana memahami informasi secara berimbang melalui gawai digital seperti laptop dan smartphone dan memberi rujukan website atau sumber belajar agama apa saja yang valid dan reliable yang mempu memberikan informasi keagamaan yang moderat.

Setelah melaksanakan penyuluhan dan pelatihan teknis moderasi beragama kepada komunitas akademik, tim PkM Ma’had kemudian melanjutkan kegiatan penyuluhan moderasi beragama melalui majelis taklim di berbagai masjid di Kabupaten Muna. Pada kesempatan tersebut, tim PkM Ma’had menemui majelis taklim Masjid Al-Markaaz Al-Munajaat, Masjid Aswaja Kec. Batalaiworu, dan Masjid Al-Hidayah Kec. Kontunaga secara paralel. Majelis taklim yang dihadapi tim PkM tidak hanya diramaikan oleh orang dewasa tetapi juga siswa-siswi sekolah dan anak-anak TPA yang menyempatkan diri mengikuti ceramah dan tanya jawab. Selepas menjalin silaturahim bersama majelis taklim, tim PkM Ma’had juga mengunjungi beberapa tokoh masyarakat di Kab. Muna untuk mengeratkan silaturahim dan menjalin komunikasi untuk merumuskan berbagai bentuk kerjasama demi kepentingan pembinaan umat di Kab. Muna.

Pengurus Ma’had Al-Jami’ah dan Rumah Moderasi IAIN Kendari saat berdiskusi bersama Plt. Bupati Kab. Muna

Sebagai informasi, tim PkM Ma’had yang bekerjasama dengan Rumah Moderasi IAIN Kendari menjalankan misi pengabdian dan moderasi selama tiga hari penuh di Kab. Muna. Berbagai informasi dan pengalaman yang didapatkan menjadi catatan penting untuk kegiatan-kegiatan follow up di kesempatan berikutnya. Melihat antusiasme sambutan dari masyarakat Muna, Mudir Ma’had, Dr. H. Danial, berkomitmen akan kembali dengan program yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. “Banyak hal yang bisa dilakukan Ma’had di Kab. Muna ini, terlebih banyak Mahasantri berprestasi dan menjadi talenta Ma’had yang berasal dari kabupaten ini,” terang beliau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *